Assalamu’alaikum wr wb sahabat Taman Karunia J

Segala puji bagi Alloh SWT yang telah mempertemukan kita dalam agenda yang insyaalloh akan selalu kita laksanakan selama kita hidup di dunia ini. Mengasihi anak yatim, zakat, dan tentunya melaksnakan perintah dariNya sebagai cerminan hamba yang bertaqwa. Sabtu, di bulan september 2014 yang penuh berkah, kami berdelapan anak mahasiswa merencanakan agenda bulanan yang sering Taman Karunia lakukan kepada Panti Asuhan Bina Siwi, Himmatu, Mafaza dan Darrunnajah. Semoga kedepannya Taman Karunia selalu memberikan manfaat untuk sesama. Read More →

Bangunan sederhana berpagarkan warna biru terlihat berdiri gagah di tengah tepian sawah yang hijau dan meresapkan mata. Panti Asuhan Bina Siwi namanya. Panti Asuhan ini berdiri kurang lebih 5 tahun yang lalu. Belum lama memang, tapi prestasi anak asuh yang tinggal di panti ini sungguh luar biasa.

Panti Asuhan Bina Siwi menampung dan membina anak berkebutuhan khusus (difabel) menjadi insan yang berkarakter, berdaya juang tinggi, dan beprestasi. Harus diakui, kemampuan berpikir mereka di bawah rata – rata orang yang normal. Ada kelemahan, pasti ada ada kelebihan. Begitu pula dengan anak asuh Bina Siwi yang dengan segala keterbatasannya, mampu berkarya dan bekerja layaknya orang yang normal.

Bu Jumilah, salah satu pendiri dan pengasuh Panti Asuhan Bina Siwi, mengungkapkan selama 5 tahun Bina Siwi berdiri menunjukkan peningkatan prestasi yang luar biasa. Pada tahun pertama berdiri, Panti Asuhan Bina Siwi mampu memproduksi emping melinjo dan telur asin. Tidak hanya itu, panti asuhan ini juga memiliki lahan pertanian mini yang ditanami tanaman holtikultura seperti cabai, tomat, mentimun, dan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, panti asuhan yang dulunya hanya ditinggali oleh belasan anak asuh saja ini, pada tahun 2014 telah memiliki anak asuh sebanyak 38 orang. Seiring berjalannya waktu pula, membuat Bina Siwi lebih mandiri lagi. Semakin banyak prestasi dan karya yang bergulir dari panti asuhan yang mengemas segala kegiatannya secara terpadu dan kekeluargaan ini. Menjelang akhir tahun 2013, Panti Asuhan Bina Siwi telah mampu memproduksi kaos, keset, boneka, dan aksesoris. Bahkan luar biasanya lagi, anak – anak asuh yang notabenenya adalah difabel telah mampu membatik baik dengan pewarna alami dan pewarna buatan.

Prestasi ini bukan hal yang secara instan diperoleh. Staf pengajar atau pengasuh di Bina Siwi hanya beberapa orang yang merelakan diri untuk membagi ilmu dan waktu secara lebih untuk mereka. Inspirasi karya di atas diperoleh dari kegigihan para pengasuh dalam meng-update ilmu yang berkembang. Juga, terkadang para pengunjung panti tidak sedikit yang mau membagi ilmu dan pengalaman berkarya (apapun itu) kepada staf pengasuh maupun anak asuhnya.

Taman Karunia sebagai lembaga amal kolektif yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan suatu umat rutin menyalurkan donasi untuk Panti Asuhan Bina Siwi. Taman Karunia percaya bahwa Bina Siwi akan mampu terus berkembang dan menjadi panti asuhan teladan. Sehingga sampai detik ini, Taman Karunia masih terus berupaya membersamai Panti Asuhan Bina Siwi.

Fastabiqul Khairat! Berlomba – lombalah dalam kebaikan. Anda yang ingin bergabung menjadi donatur di lembaga amal kolektif Taman Karunia dapat mengirimkan donasi dengan cara salurkan ke:

Bank Muamalat, Kantor kas UGM Yogyakarta

An. Bety Ria Sersana, S.Kom no rek : 0158682958

Anda juga dapat mengunjungi langsung Panti Asuhan Bina Siwi dengan alamat: Panti Asuhan Bina Siwi, Komplek Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Email : pabina_siwi@yahoo.com Cp : 081227688818, 081328016593 ( Jumilah )

Nah… Berikut adalah beberapa gambar yang dapat anda jumpai di Panti Asuhan Bina Siwi 🙂

2

Boneka dari Kain Flanel. Cantik, bukan?

 

 

3

Baju Batik karya Bina Siwi

 

4

Kain Batik Berbahan Dasar Pewarna Buatan

10374266_545745015546413_1469555271_n

Aksesoris Cantik nan Lucu

 

 

Rasul menyuruh kita mencintai anak yatim

Rasul menyuruh kita mengasihi orang miskin

Dunia penuh dengan orang yang malang

Mari kawan kita bagi cahaya matahari

Mari kawan kita bagi cahaya bulan

(Bimbo, Rasul Menyuruh Mencintai Anak Yatim)

 

Petikan lirik lagu di atas mengingatkan kita akan indahnya Islam. Islam membingkai perbedaan kondisi ekonomi masyarkat dalam sebuah ikatan persaudaraan dan kesetiakawanan. Harta dan kedudukan layaknya air yang turun dari langit. Allah SWT membagi sesuai dengan kehendak Nya, hingga tampak bagi kita daerah yang subur dengan kekayaan airnya  sementara daerah lain gersang dan tandus. Islam mengajarkan bagaimana yang kaya sumber air mendustribusikan keberlimpahannya ke daerah yang kekurangan air. Air yang dibagi tidak menjadikannya habis, justru kebermanfaatan air akan dirasakan daerah tandus sebagai bentuk kasih sayang dan tulusnya persaudaraan. Kawan, daerah tandus yang tampak kering, gersang, layu dan tidak ada harapan ternyata menyimpan benih-benih doa. Benih doa yang secara ikhlas deberikan agar bersemai, tumbuh, dan berbuah manis di kebun-kebun daerah subur. Semakin kayalah daerah subur, sejahteralah daerah tandus. Subhanallah indahnya Islam…

Sebaliknya, apa yang terjadi ketika air dari langit itu menggenang kawan? Yang pasti ia akan menjadi sarang penyakit hati, bau busuk kekikiran, dan menjadi banjir keserakahan yang siap menenggelamkan kebun-kebun subur itu.

 

Sahabat Taman Karunia…

Sabtu 7 April 2012, kami menyaksikan senyum kebahagiaan tampak terpancar dari saudara kita di Panti Asuhan Mafaza, Yogyakarta. Mereka bergantian menyalami kami dengan penuh keceriaan sembari menarik tangan kami untuk bergabung dengan kawan-kawan lainnya di ruang belakang. Ternyata semua sedang berkumpul, duduk melingkar dengan khusuk melafadzkan ayat demi ayat Al Quran.

Selanjutnya kami berdiskusi dengan Mas Andri Efriadi, yang menurut kami pribadi luar biasa. Hidup dengan kesederhanaan tetapi kaya akan nilai pengabdian. Dibawah asuhannya, santri di Mafaza merasakan kenyamaan dan persaudaraan seperti tinggal di rumah sendiri. Hidup berdampingan dan saling membantu. Lelaki yang berprofesi sebagai guru di MAN Lab UIN Yogyakarta bercerita seputar kesehariaan di Mafaza. Berkaitan dengan biaya, setiap bulannya kurang lebih dibutuhkan 19 juta untuk biaya makan, listrik, air dan biaya pendidikan 30 anak.

 

Kemudian untuk pendidikan 20 anak yang saat ini sedang bersekolah di MAN Lab UIN Yogyakarta, setiap bulannya kurang lebih dibutuhkan Rp 100.000/anak. Sehingga total per bulan dibutuhkan biaya sejumlah Rp 2.000.000 untuk 20 anak. Pada ranah inilah Taman Karunia fokus memberikan bantuan berupa Karunia Scholarship setiap bulannya. Dan atas izin Allah dengan bantuan para Sahabat Taman Karunia, biaya pendidikan 20 sahabat kita di Mafaza setiap bulannya dapat kita bantu. Alhamdulillah, donasi untuk Karunia Scholarship bulan Maret terkumpul sejumlah Rp 3.150.000.

 

Berikut ini Sahabat Taman Karunia yang telah memberikan donasi pada bulan Maret 2012.

  1. Sahabat TK051120110021 : Rp 000
  2. Sahabat TK120320120028 : Rp 000
  3. Sahabat TK151120110015 : Rp 000
  4. Sahabat TK171120110016: Rp 000
  5. Sahabat TK060220120026: Rp 000
  6. Sahabat TK141120110006 : Rp   000
  7. Sahabat TK101120110001: Rp 1.250.000
  8. Sahabat TK080220120027: Rp 000
  9. Sahabat TK300320120029: Rp 000
  10. Sahabat TK051220110019 : Rp 000

TOTAL DONASI                     : Rp 3.150.000

Kami ucapkan terimakasih kepada segenap Sahabat TK atas kepercayaannya kepada Taman Karunia untuk mengelola “Gerakan Amal Kolektif” ini. Semoga Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Rezeki memberikan kebaikan yang berlipat kepada Sahabat TK semua.

Tidak lupa, kami mengajak segenap Sahabat TK yang lainnya untuk bersama-sama bergabung dalam “Gerakan Amal Kolektif” ini.